Mejayan, 15 Desember 2025 — Menutup rangkaian perjalanan pendidikan sepanjang tahun 2025, Ponpes/SMK International Millennial Model PGRI 1 Mejayan mencatatkan capaian akhir tahun yang penuh makna denga keberangkatan lima siswi terbaiknya untuk bekerja di Jepang. Momentum ini menjadi simbol keberhasilan pendidikan vokasi yang tidak berhenti pada kelulusan, tetapi berlanjut hingga menghadirkan kemandirian ekonomi dan masa depan yang lebih baik bagi peserta didik.
Keberangkatan lima alumni tersebut sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam menjadikan pendidikan sebagai strategi memutus rantai kemiskinan melalui jalur Pekerja Migran Indonesia berbasis sekolah yang terencana, terlatih, dan bermartabat.
Adapun lima alumni yang resmi berangkat ke Jepang pada tahun 2025 adalah:
Dina Damayanti Anjani, alumni MTsN 11 Madiun, lulusan jurusan Perbankan, bekerja di Tokyo, Jepang pada bidang Pengolahan Makanan.

Liana Nova Azzahra, alumni SMPN 4 Mejayan, lulusan jurusan Farmasi, bekerja di Tokyo, Jepang pada bidang Pengolahan Makanan.

Syesya Rizqina Amadhita Kurnia, alumni SMPN 2 Saradan, lulusan jurusan Perbankan, bekerja di Ibaraki, Jepang pada bidang Pengemasan.

Fitriana Rahmadani, alumni SMPN 2 Balerejo, lulusan jurusan DKV, bekerja di Ibaraki, Jepang pada bidang Pengemasan.

Sherly Octaviana Intan Rahayu, alumni SMPN 2 Karangjati, lulusan jurusan Farmasi, bekerja di Ibaraki, Jepang pada bidang Pengemasan.
Keberhasilan para alumni ini juga tidak terlepas dari peran Japanese Center SMK PGRI 1 Mejayan yang menjadi pusat pembinaan bahasa, budaya kerja, dan etos industri Jepang. Dina Damayanti Anjani mengungkapkan bahwa pembelajaran di Japanese Center dilakukan secara intensif dan aplikatif.
“Kami tidak hanya belajar bahasa Jepang, tetapi juga budaya kerja, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Guru-guru mendampingi kami dari nol sampai benar-benar siap berangkat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Liana Nova Azzahra.
“Belajar di Japanese Center sangat terarah. Banyak latihan percakapan, simulasi kerja, dan pembiasaan sikap. Itu yang membuat kami percaya diri saat terjun langsung di Jepang,” katanya.
"Sekolah mengajarkan kami untuk tidak takut bermimpi besar. Program Japanese Center membantu saya beradaptasi dengan dunia kerja Jepang, terutama kedisiplinan dan ketelitian. Ini menjadi bekal penting saat bekerja di Ibaraki.” Ucap Syesya Rizqina Amadhita Kurnia.
“Walaupun jurusan saya DKV, sekolah memberi kesempatan luas untuk berkembang sesuai kebutuhan industri. Pelatihan bahasa dan budaya kerja Jepang membuat saya lebih siap menghadapi tantangan kerja di luar negeri.” ujar Fitriana Rahmadani.
“Belajar di SMK International Millennial Model PGRI 1 Mejayan membuka jalan masa depan saya. Japanese Center melatih kami dari dasar, tidak hanya bahasa tetapi juga sikap kerja. Saya bangga bisa berangkat ke Jepang dan membanggakan keluarga.” pungkas Sherly Octaviana Intan Rahayu.
Sementara itu, Kepala Ponpes/SMK International Millennial Model PGRI 1 Mejayan, Drs. Sampun Hadam, MM, menegaskan bahwa keberangkatan alumni ke Jepang merupakan bagian dari visi besar sekolah dalam membangun pendidikan yang berdampak sosial.
“Kami memandang pendidikan sebagai jalan perubahan. Target kami bukan hanya meluluskan siswa, tetapi memastikan mereka bekerja, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Program Pekerja Migran Indonesia berbasis sekolah ini adalah ikhtiar kami untuk memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan melalui pendidikan vokasi,” tegasnya.
Capaian ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, S.Pd., M.Pd. Ia menilai keberhasilan tersebut sebagai contoh nyata pendidikan yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Keren-keren. Ini bukan sekadar keberhasilan sekolah, tetapi bukti bahwa pendidikan SMK mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Madiun Bersahaja. Semoga capaian ini menginspirasi lembaga pendidikan lain untuk menghadirkan pendidikan yang berorientasi pada penguatan karakter, kemandirian, dan masa depan peserta didik,” ungkapnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M. Menurutnya, program pengiriman lulusan SMK ke dunia kerja internasional merupakan langkah strategis yang harus terus diperluas.

“Luar biasa. Ini adalah bukti bahwa SMK mampu menjawab tantangan zaman. Ketika siswa dibekali kompetensi, karakter, dan pendampingan yang tepat, mereka tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap mengangkat kesejahteraan keluarga. Semoga anak-anak kita selalu diberikan keberkahan dan kesuksesan,” tuturnya.
Apresiasi Senada juga disampaikan oleh Bupati Madiun H. Hari Wuryanto S.H. M.Ak. "“Pemberangkatan siswa SMK International Millennial Model PGRI 1 Mejayan ke Jepang merupakan bukti bahwa pendidikan vokasi di Kabupaten Madiun mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah sangat mendukung program pendidikan yang terhubung langsung dengan dunia kerja global sebagai upaya memutus rantai kemiskinan dan menyiapkan generasi muda yang mandiri serta berdaya saing.”
Menutup tahun 2025, Ponpes/SMK International Millennial Model PGRI 1 Mejayan meneguhkan posisinya sebagai sekolah vokasi berorientasi global yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi menghadirkan solusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan yang berdampak. Menatap tahun 2026, Ponpes/SMK International Millennial Model PGRI 1 Mejayan berharap dapat terus memperluas jejaring kerja sama, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi lulusan di tingkat nasional maupun internasional. Dengan semangat pendidikan yang berdampak, sekolah berkomitmen menjadikan setiap lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap mengubah masa depan keluarga dan masyarakat. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang lahir dari dunia pendidikan vokasi sebagai agen perubahan, penggerak kesejahteraan, dan pilar kuat dalam membangun Indonesia yang berdaya saing global.
Madiun, 12 Agustus 2025 — SSMK International Millennial Model PGRI 1 Mejayan kembali mengukir prestasi. Alfian Adi Putra, lulusan jurusan Teknik Pemesinan, resmi berangkat ke
Mejayan, 02 Agustus 2025 — SMK International Millennial Model PGRI 1 Mejayan kembali mencetak prestasi. Firiski Tri Nugroho, siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan, diberang
Mejayan, 16 Januari 2025 - SMK PGRI 1 Mejayan terus berinovasi dalam mencetak generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan, khususnya di sektor pertanian.
Madiun,10/11/24 – Dalam upaya mencetak generasi muda yang siap bersaing di kancah internasional, SMK Internasional Millenial Model PGRI 1 Mejayan terus berinovasi. Salah satu
Diklat PMI: Upaya Memotong Ranting Kemiskinan Studi Praktis di SMK Internasional Millenial Model PGRI 1 Mejayan Madiun,30/07/2025 – Sejak tahun 2020, SMK Internasional Mil